Life

Information Architecture - Dasar dan Proses

November 21, 2015 1:05 pm

Orang buat website pasti kan ada tujuannya ya, apakah itu untuk jualan produk; promosi HP baru, launching buku baru, jualan ecommerce, apakah itu untuk memberikan informasi; pengumuman event, portal pelajaran, atau untuk menaikan convertion rates (dari pengunjung biasa menjadi costumer yang beli, kalo analaogi mall, ga liat doang tapi beli kali mas).

Karena tujuannya itu macam-macam perlu adanya proses rekayasa (engineering) gimana caranya biar si tujuan itu terpenuhi, jadi ga buang tenaga, waktu, dan uang (karena buat digital product itu ngabisin uang banget bro). Salah satu proses rekayasa ini yaitu IA, Information Architecture, yaitu dimana konten yang mau dikomunikasikan diatur sedemikian rupa sehingga mudah diterima, mudah diakses dan tidak membingungkan.

Dalam ngerjain IA untuk product digital (web atau mobile) ada tahap yang harus diperhatikan. If we put attention into these steps, we can success on doing IA effectevly and smoothly. Tapi yang paling penting keluaran dari IA ini yaitu website kita mudah digunakan, tidak membingungkan, mengakomodir segala kebutuhan setiap pengunjungnya (karena yang dateng ke site itu ga setipe doang) dan tercapai goal yang ditentukan ama si pembuat website. Jadi ini best practice nya dalam ngerjain IA.

 

Proses IA biasanya dilakuin di awal project. Jadi runtutan prosesnya tuh IA dulu + Visual Design + Protoyping. IA sebenernya masuk ke dalam tahapan UX. Di dalam UX selain IA ada juga Wireframing + Building User Flow.

Nah trus apa aja yang masuk ke dalam tahapan IA?

Sebenernya bingung juga kalo disebut tahapan. Tapi yang saya tau dalam IA itu terdiri dari beberapa metode dan teknik. Mungkin dari situ kita bisa tentukan urutannya.

Lalu apa aja metode dan teknik nya?

Ada yang namanya Card Sorting, ada juga yang namanya Wireframes and prototyping, dan ada juga Site Maps and Outline. Kalau dilihat-lihat urutan kerjanya kaya begini:

1. Dimulai dari Card Sorting
2. Lalu Buat Sitemap and Outline
3. Kemudian dimasukan ke dalam Wireframe + Prototyping.

Apa itu Card Sorting? nah penjelasannya ada di notes sebelah.

Sitemap dan Outline, ini kayaknya metode yang paling mudah dan paling harus dilakukan (gabisa ditinggalkan). Biasanya kita bisa ngelakuin sitemap setelah udah ngelakuin sekali atau dua kali card sorting. Kalo belum ngelakuin card sorting tapi kita udah buat sitemap, nah itu namanya sitemap hypothesis. Karena nentuinnya masih pake persepsi sendiri, bukan pake persepsinya the real users.

Setelah dilakuin kedua itu, kita masukkan hasilnya ke dalam wireframing dan prototyping. Penting di bagian ini kita udah masukkan segala hasil yang didapat dari card sorting (yaitu hasil pembagian konten ke dalam grup (baik itu menu atau page)) dan juga mengikuti sitemap yang telah dibuat. Wireframing ini penting karena kita bisa lihat konten kita relatif terhadap konten yang lain. Posisi satu informasi terhadap satu informasi yang lain bisa kita lihat dalam sebuah layout.

Pola IA dalam suatu website

Orang-orang ngelakuin IA ada patternnya bro (basic structure), ada pola dari hasil IA suatu site. Semuanya mirip2, maka dari itu bisa dikatakan membentuk pola. Pola-pola ini hampir mencakup bentuk dasar semua website. Yaitu :

1. Single Page
2. Flat Structure
3. Index Page
4. Strict Hierarchy Pattern
5. Co-Existing Hierarchy Pattern

Pendekatan Proses IA

Nah satu lagi biar ga kelewat, yaitu style nya kita ngelakuin IA. Ada 2 pendekatan / style yang bisa kita pakai:

Top Down Style
Bottom Up style

Kalo top down : Berawal dari kita udah tau banget bahwa si site ini tujuannya untuk apa. Goalnya untuk apa. Lalu dibuat basic sctructure. Beranjak dari sana, relasi antar konten sedikit2 diperjelas, semakin dalam semakin diperjelas. Relasi antar konten (bisa page/bisa yang lainnya) dibuat sedemikian rupa berhubungan dengan landasan tujuan di awal.

Kalo bottom up: Kita bergerak dari sisi usernya. Berpikir paling awal dari si usernya. User pada saat pertama kali dateng ke site kita, dia kan ga tau tujuan site kita buat apa, nah kita buat suatu struktur yang bisa merangkai cerita itu melalui ranting-ranting page nya. Sejak awal, kita pikirkan relasi antar konten di hierarki paling bawah dan merangkainya sehingga perjalanan si user itu bisa menemukan goal site dengan sendirinya.

Camkan bro

Tiati, ada beberapa hal yang harus dicamkan pada saat proses IA, diantaranya:

1. Jangan ngedesain berdasarkan preferensi sendiri
2. Riset kebutuhan user
3. Cari tujuan yang jelas kenapa site ini dibuat. Benar2 jelas dan terukur.
4. Coba buat persona

WRITTEN BY
Achmad Ramadhani Wasil
Tall, pale, and half-Cimahian. Full-time designer and half time engineer who occasionally dabbles in tech

Have thoughts to share?